Detail Open Data

Sarana Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Magelang

Selasa, 26 Juli 2022

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah berpengaruh dalam aspek kehidupan, baik dibidang sosial, ekonomi, budaya maupun pemerintahan. Dalam pemerintahan, pemanfaatan TIK sangat dibutuhkan dalam meningkatkan efektifitas pelayanan kepada masyarakat dan pengelolaan data yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan mendukung pengambilan kebijakan.

Untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, ketersediaan infrastruktur / sumber daya informatika sangat dibutuhkan. Sampai dengan tahun 2021, data mengenai sarana TIK di Kabupaten Magelang dapat dilihat sebagai berikut:


Pengembangan jaringan infrastruktur TIK di Kabupaten Magelang dilakukan terus menerus dari tahun ke tahun. Pencapaian perluasan jaringan di tahun 2021 yaitu; menggunakan layanan 3 ISP utama (Telkom, IconPlus dan Lintas Arta), 119 titik Fiber Optik, 102 titik Jaringan Wireless , 1 VPN, 109 titik pemantauan CCTV, dan 21 titik free wifi. Hal tersebut ditujukan untuk mendorong percepatan penyediaan infrastruktur TIK dan percepatan transformasi digital nasional pada 5 (lima) tahun ke depan.

Infrastruktur TIK sebagai landasan utama menuju era digitalisasi, harus dijamin untuk dapat dinikmati hingga ke seluruh pelosok, sehingga berbagai aplikasi dan konten yang baik dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat. Dalam upaya menuntaskan pembangunan infrastruktur TIK, maka diprioritaskan penyediaan internet cepat dan berkualitas di desa yang belum terlayani termasuk lokasi layanan publik dan pariwisata.

Berdasarkan hasil pendataan diperoleh bahwa hampir seluruh kantor Pemerintah Desa di Kabupaten Magelang telah memiliki koneksi internet. Ketersedian koneksi internet didominasi menggunakan wireless sebanyak 182 desa, jaringan fiber optic sebanyak 166 desa, jaringan seluler 3 desa, dan sisanya 10 desa menggunakan jaringan fiber optic dan wireless.  Sebagian besar desa menggunakan layanan Indihome dan Diskominfo, tapi tidak sedikit juga desa menggunakan ISP Lokal seperti Tidar Net dan Core Net. Bahkan ada juga beberapa desa yang memiliki 2 jalur koneksi internet.


Sumber : Diskominfo