Aspek yang paling penting dari fasilitas tempat buang air besar adalah tempat pembuangan akhir tinja. Tempat pembuangan akhir tinja yang memenuhi standar kesehatan adalah yang tertutup dan dilapisi dengan semen di sisi-sisinya dan alasnya. Tempat pembuangan akhir tinja yang tidak tertutup akan menimbulkan bau dan dapat menyebarkan kuman penyakit di sekitar tempat tinggal. Tempat pembuanagan akhir tinja di tempat terbuka juga entan menjadi penyebab timbulnya penyakit, seperti disentri terutama untuk kotoran yang mengandung kuman penyakit, selain juga mangurangi estetika lingkungan. Dari beberapa jenis tempat pembuanagan akhir tinja, IPAL merupakan tempat pembuangan yang paling memenuhi standar kesehatan karena mengurangi tercemarnya sumber air minum rumah tangga dari resapan limbah tinja. namun untuk pengaplikasian IPAL masih sangat sedikit karena memerlukan biaya dan sistem yang lebih rumit. Tempat pembuangan tinja berupa tangki dengan dasar semen sebenarnya juga sudah memenuhi standar kesehatan dimana dengan pemberitan dasar dan dinding dari semen akan mengeliminir rembesnya kotoran ke tanah dan sumber air di sekitarnya.
Komponen dari fasilitas tempat buang air besar yang menjadi perhatian adalah jenis kloset. Kloset adalah tempat duduk/jongkok yang digunakan yang dibedakan menjadi leher angsa, plengsengan, cemplung/cubluk, dan tidak memakai kloset. Kloset leher angksa adalah jenis kloset yang paling memenuhi standar kesehatan karena jenis kloset ini bisa menghindari pencemaran pada sumber air minum dan permukaan tanah yang ada di sekitarnya, menghindari atau mencegah timbulnya bau, tidak memungkinkan berkembangnya lalat serta dapat diterima oleh masyarakat setempat
Sarana pembuangan kotoran atau fasilitas buang air besar merupakan salah satu faktor sanitasi yang menurut Departemen Kesehatan merupakan faktor penilaian untuk rumah sehat selain ketersediaan air bersih. Dengan fasilitas tempat buang air besar dengan penampungan limbah yang memenuhi syarat kesehatan, rumah tangga akan terdhindar dari penyakit.
Aspek yang juga penting dalam penyediaan air minum bagi rumah tangga adlaah bagaimana rumah tangga memperoleh air minum, apakah membeli atau tidak membeli. Air minum yang dikategorikan membeli antara lain bersumber dari PAM/PDAM/BPAM, air kemasan, atau menyuruh orang lain mengambil dari sumber air dengan memberi upah. Termasuk dalam membeli juga jika sumber air sudah dikelola dengan sistem PAMSIMAS dimana rumah tangga pemakainya dikenai tarif bulanan sesuai volume air yang digunakan. Sedangkan yang dikategorikan sebagai tidak membeli adalah jika rumah tangga memperoleh air dengan usaha sendiri tanpa harus membayar.