Syarat air bersih atau air terlindung selain dari sumber air nya juga perlu dilihat dari jarak sumber air minum dengan tempat penampungan tinja atau penampungan limbah terdekat. Tempat penampungan limbah terdekat dalam hal ini bukan hanya penampungan yang dimiliki rumah tangga bersangkutan namun jarak dengan penampungan limbah terdekat milik siapapun. Menurut Departemen Kesehatan, jarak antara sumber air minum dan penampungan limbah terdekat sebaiknya antara 10-15 meter dari air bersih agar air tidak tercemari.
Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia, terutama untuk kebutuhan air minum dan memasak. Volume air yang dibutuhkan untuk kebutuhan minum dalam sehari sekitar 1,5 sampai dua liter per orang, belum kebutuhan untuk memasak dan lainnya. Selain memperhatikan ketersediaan air bersih untuk mencukupi kebutuhan, perlu diperhatikan juga faktor kebersihan dan kesehatan air yang digunakan. Air untuk konsumsi yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti diare dan cacingan.
Rumah yang baik harus memiliki fasilitas penerangan yang cukup, karena penerangan yang cukup mendukung kehidupan yang sehat dan kenyamanan dalam beraktifitas. Pada siang hari umumnya rumah tangga memanfaatkan cahaya dari sinar matahari sebagai sumber penerangan utama. Sedangkan pada malam hari, rumah tangga menggunakan berbagai alternative sumber penerangan seperti listrik, petromak ataupun obor. Sumber penerangan yang dicakup dalam publikasi ini adalah listrik dan bukan listrik. Listrik meliputi listrik yang bersumber dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan listrik non PLN seperti sumber penerangan dari aki, generator, pembangkit listrik tenaga surya yang tidak dikelola oleh PLN, dan pembangkit listrik tenaga air yang tidak dikelola oleh PLN. Sedangkan sumber penerangan bukan listrik meliputi penerangan dari petromak/lampu aladin, pelita/sentir/obor, dan lainnya
Luas lantai rumah seringkali dianggap sebagai gambaran untuk menilai tingkat kemampuan sosial ekonomi masyarakat dan tingkat kesehatan penghuninya. Rumah dengan luas lantai yang besar menunjukkan dari sisi ekonomi lebih baik dibanding luas rumah yang kecil. Namun di daerah pedesaan luas rumah tidak berbanding lurus dengan kualitas bangunan dan fasilitas tempat tinggal yang dimilikinya. Masih banyak rumah yang cukup luas namun tidak diimbangi dengan kualitas tempat tinggal dan fasilitas tempat tinggal yang memadai. Seperti contohnya banyak rumah luas yang mempunyai dinding dari kayu kualitas rendah atau anyaman bambu dengan lantai masih berupa lantai tanah. Selain itu juga rumah tersebut tidak mempunyai fasilitas untuk buang air besar sendiri.
Lantai merupakan alas atau dasar dari suatu bangunan. Pemilihan jenis lantai yang digunakan menunjukkan tingkat kesejahteraan dan tingkat kesehatan suatu rumah tangga. lantai dari jenis bukan tanah dianggap lebih baik dari sisi kesehatan dibanding dengan lantai tanah. Bahkan rumah dari lantai tanah dianggap sebagai rumah tidak layak huni. Urutan yang paling baik untuk jenis lantai tempat tinggal menurut kualitasnya adalah lantai keramik/ marmer/ granit, ubin/tegel/teraso, semen/bata merah dan terakhir adalah papan/kayu atau bambu dan bahan lainnya.
Atap merupakan bagain penting dari sebuah rumah karena atap berfungsi sebagai pelindung bagi penghuni rumah dari sengatan sinar matahari maupun hujan. Jenis atap yang digunakan oleh sebuah rumah tangga bergantung kepada kondisi geografis wilayah tempat tingga. Di daerah dataran tinggi banyak rumah yang menggunakan atap dari bahan seng karena dengan atap berbahan seng dapat menyimpan panas matahari lebih lama sehingga menghangatkan bagian dalam rumah. Di daerah dataran rendah, rumah tempat tinggal dan bangunan lainnya banyak menggunakan atap jenis genteng. Hal ini selain untuk mengurangi suhu panas dalam rumah, atap dengan jenis genteng mempunyai daya tahan yang lebih lama dibanding atas jenis lain. Jenis atap yang lain yang banyak digunakan karena biayanya lebih murah adalah atap dari bahan asbes
Jenis dinding juga menunjukkan kualitas kehidupan penghuninya. Jenis dinding yang baik adalah dinding yang terbuat dari bahan kedap air sehingga dinding tidak mudah basah dan lembab dan terhindar dari tumbuhnya lumut. Dinding yang kualitasnya buruk akan membuat rumah menjadi lembab, berair, dan tumbuh jamur akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan penguninya.